October 4, 2022

banter.id – Sebuah acara peringatan yang menandai 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik China-Jepang digelar di Tokyo.

Duta Besar (Dubes) China untuk Jepang Kong Xuanyou dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Yoshimasa Hayashi menyampaikan pidato pada resepsi diselenggarakan oleh Federasi Bisnis Jepang, yang juga dikenal sebagai Keidanren, pada Kamis (29/9).

Masakazu Tokura, kepala Keidanren, mengatakan pada resepsi tersebut bahwa hubungan diplomatik yang stabil dan konstruktif antara Jepang dan China merupakan jaminan bagi pengembangan hubungan ekonomi Jepang-China.

Dubes Kong mengatakan bahwa 50 tahun terakhir sejak normalisasi hubungan diplomatik China-Jepang telah menyaksikan perkembangan tercepat dalam hubungan China-Jepang, membawa manfaat besar bagi kedua bangsa serta memiliki dampak signifikan di kawasan dan dunia yang lebih luas.

Hubungan China-Jepang saat ini berdiri di sebuah titik awal bersejarah baru, kata Kong, seraya menyatakan bahwa dengan rasa misi dan tanggung jawab yang kuat, kedua belah pihak harus menghormati prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam empat dokumen politik antara China dan Jepang, mematuhi konsensus penting yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara, serta membangun hubungan China-Jepang yang memenuhi persyaratan era baru dengan mengambil peringatan 50 tahun normalisasi hubungan diplomatik sebagai sebuah peluang.

Hayashi mengatakan dalam 50 tahun terakhir, Jepang dan China telah melakukan pertukaran ekstensif dan membuat kemajuan luar biasa di berbagai bidang seperti ekonomi, budaya, dan pertukaran personel.

Menyongsong 50 tahun ke depan, kedua negara itu harus terlibat dalam dialog yang jujur dan membangun hubungan Jepang-China yang stabil dan konstruktif, imbuhnya.

Mantan perdana menteri Jepang Yasuo Fukuda mengatakan dalam pidatonya bahwa sejak normalisasi hubungan diplomatik setengah abad lalu, berbagai perubahan besar telah terjadi di Jepang dan China. Kini, 50 tahun kemudian, kedua negara harus terus bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas.

Mantan sekretaris jenderal Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP) yang berkuasa di Jepang, Toshihiro Nikai, mengatakan bahwa Jepang dan China adalah tetangga yang tidak dapat dipisahkan, serta pertukaran dan dialog kapan pun tidak boleh berhenti. Menghadapi masalah-masalah antara kedua negara, kedua belah pihak perlu memikirkan masa depan hubungan Jepang-China dari perspektif yang lebih luas.

Lebih dari 850 orang dari komunitas bisnis Jepang serta personel persahabatan Jepang dan China menghadiri resepsi tersebut, di mana foto-foto dan dokumenter yang mengulas 50 tahun normalisasi hubungan China-Jepang dipamerkan.